July 11, 2020

Keluarnya cairan dari vagina dapat terjadi secara normal atau mungkin disebabkan oleh peradangan vagina (vaginitis), yang mungkin disebabkan oleh infeksi. Daerah genital (vulva) — daerah di sekitar lubang vagina — bisa juga meradang. Tergantung pada penyebab keputihan, gejala lain sering juga hadir. Mereka termasuk gatal, terbakar, iritasi, kemerahan, dan kadang-kadang rasa sakit saat buang air kecil dan hubungan seksual.

Kondisi normal

Keputihan dapat terjadi akibat perubahan normal kadar estrogen. Ketika kadarnya tinggi, estrogen merangsang serviks untuk menghasilkan sekresi (lendir), dan sejumlah kecil lendir dapat dikeluarkan dari vagina. Tingkat estrogen tinggi dalam situasi berikut:

  • Selama siklus menstruasi beberapa hari sebelum telur dilepaskan
  • Pada bayi baru lahir selama satu atau dua minggu setelah lahir karena mereka menyerap estrogen dari ibu mereka sebelum lahir
  • Beberapa bulan sebelum anak perempuan mengalami menstruasi pertama
  • Selama masa kehamilan
  • Pada wanita yang menggunakan obat-obatan yang mengandung estrogen atau yang meningkatkan produksi estrogen (seperti beberapa obat kesuburan)

Biasanya, kondisi normal tidak memiliki bau. Biasanya putih susu atau tipis dan jernih. Selama tahun-tahun persalinan, jumlah dan penampilan dapat bervariasi selama siklus menstruasi. Misalnya, di tengah siklus ketika sel telur dilepaskan (saat ovulasi), serviks menghasilkan lebih banyak lendir, dan lendirnya lebih tipis.

READ  Mendalami Informasi Umum Seputar  Menghilangkan Atau Mecegah Keputihan

Kehamilan, penggunaan pil KB (kontrasepsi oral), dan gairah seksual juga memengaruhi jumlah dan penampilan keluarnya cairan. Setelah menopause, kadar estrogen menurun, seringkali mengurangi jumlah pengeluaran normal.

Pengeluaran abnormal

Keputihan dianggap abnormal jika memiliki ciri-ciri sebagai berikut

  • Lebih berat dari biasanya
  • Lebih tebal dari biasanya
  • Seperti puslike
  • Putih dan gumpal (seperti keju cottage)
  • Berwarna keabu-abuan, kehijauan, kekuningan, atau kekuningan darah
  • Berbau busuk atau berbau amis
  • Disertai dengan rasa gatal, terbakar, ruam, atau sakit

Penyebab

Keputihan yang abnormal biasanya disebabkan oleh vaginitis, yang paling sering disebabkan oleh iritasi oleh bahan kimia atau dari infeksi.

Penyebab umum

Kemungkinan penyebab keputihan tergantung pada usia. Selama masa kanak-kanak, penyebab umum termasuk:

  • Infeksi akibat bakteri dari saluran pencernaan
  • Bahan kimia dalam bubble baths atau sabun
  • Benda asing (tubuh), seperti selembar kertas toilet atau terkadang mainan
  • Infeksi dapat terjadi ketika kebersihan buruk. Sebagai contoh, gadis-gadis muda, terutama yang berusia 2 hingga 6 tahun, dapat memindahkan bakteri dari saluran pencernaan ke area genital ketika mereka menyeka dari belakang ke depan atau tidak mencuci tangan setelah buang air besar.
  • Jika benda asing adalah penyebabnya, cairan itu mungkin mengandung sedikit darah.
READ  Informasi Seputar Cara Mengatasi Kebotakan

Selama tahun-tahun persalinan, kepulangan biasanya disebabkan oleh infeksi vagina. Yang paling umum adalah

  • Vaginosis bakteri
  • Kandidiasis (infeksi jamur)
  • Trichomonas vaginitis (trikomoniasis vagina), yang biasanya ditularkan secara seksual
  • Terkadang keputihan disebabkan oleh infeksi lain, termasuk penyakit menular seksual (seperti gonore atau infeksi klamidia).

Infeksi vagina biasanya dicegah oleh bakteri pelindung (lactobacilli) yang biasanya hidup di vagina. Bakteri ini menjaga keasaman vagina dalam kisaran normal. Ketika keasaman dalam vagina berkurang, jumlah bakteri pelindung menurun, dan jumlah bakteri berbahaya meningkat.

Berikut ini membuat kemungkinan pertumbuhan bakteri berbahaya (dan karenanya meningkatkan risiko infeksi vagina):

  • Penggunaan antibiotik (karena mereka dapat mengurangi jumlah bakteri pelindung)
  • Darah atau semen haid di vagina (karena mereka mengurangi keasaman vagina)
  • Kebersihan buruk
  • Sering douching (karena bisa mengurangi keasaman vagina)
  • Kehamilan
  • Diabetes mellitus
  • Benda asing, seperti tampon yang terlupakan (karena tampon menyediakan lingkungan yang hangat dan lembab tempat bakteri dapat berkembang)
READ  Mendalami Informasi Seputar Mencegah Kebotakan Dini Yang Perlu Anda Ketahui

Setelah menopause, banyak wanita mengalami keputihan yang tidak normal. Ini terjadi karena penurunan kadar estrogen menyebabkan vagina menipis dan menjadi lebih kering. Penjarangan dan pengeringan sedang hingga berat disebut vaginitis atrofi. Vagina yang tipis dan kering lebih mungkin menjadi teriritasi dan meradang, menghasilkan keluarnya cairan.

Penyebab tidak umum

Selama masa kanak-kanak, pelecehan seksual mungkin menjadi penyebabnya. Pelecehan semacam itu dapat mengakibatkan cedera atau penyakit menular seksual. Selama masa subur, penyebabnya terkadang adalah benda asing (seperti tampon yang terlupakan). Tetapi pada kelompok usia ini, keluarnya cairan jarang terjadi karena peradangan saja (tanpa infeksi).

Pada wanita yang lebih tua, urin atau feses dapat mengiritasi area sekitar alat kelamin dan anus, yang mengakibatkan keputihan. Iritasi seperti itu dapat terjadi ketika wanita mengompol (tanpa sengaja buang air besar atau urin) atau di tempat tidur.

Pada usia berapa pun, berbagai produk yang bersentuhan dengan area genital dapat menyebabkan iritasi, kadang-kadang menyebabkan keluarnya cairan. Produk-produk tersebut termasuk semprotan higienis, parfum, pembalut menstruasi, sabun cuci, pemutih, pelembut kain, dan kadang-kadang spermisida,

 

Sumber :

www.msdmanuals.com

 

sumber gambar:

hellosehat.com